Recent Posts

Saturday, 19 April 2014

RINDU 63


MATI II


Siapa kita?
Siapa kita untuk mengatakan,
mati itu balasan Ilahi
dalam kejahilan si mati
menolak hukum Ilahi
sedangkan Allah telah berjanji
mati itu pasti
tidak kira engkau islam
ataupun engkau kafir dilaknati.

Siapa kita?
Siapa kita untuk mendefisinasikan,
mati dalam kemalangan adalah balasan Ilahi
sedangkan manusia sebaik seorang imam
pun! Akan dijemput Ilahi
dalam kemalangan-maut
tidak hanya mati di atas katil
ataupun di atas sejadah
menyembah Allah.

Ya!
Siapa kita untuk menjatuhkan hukum
tentang bagaimana matinya seseorang manusia
dihubungkaitkan dengan pembalasan dosa
sedangkan Allah hanya menjanjikan pembalasan azab
disegerakan atau dilewatkan bersebab
di muka bumi atau di akhirat bernisab
bukannya mati berasbab
dosanya terhisab.

Siapa kita?
siapa kita?
... siapa kita?

Kita hanya manusia.

Ingatlah!
Allah tidak menyuruh kita membuka aib,
si mati; tetapi sebagai peringatan
kepada diri kita sendiri
untuk kita semua fikirkan kembali
tentang azabnya mati.

Mari kita fikirkan kembali.

SAZALEE SULAIMAN
Nilai, NS
19/04/2014
14.50.



AMANAH


MATI


Mati
semua orang akan mati
semua orang akan temui mati
semua orang akan rasai mati
bagaimana kita akan mati
bagaimana kita akan temui mati
dan bagaimana kita akan rasai mati
tiada siapa yang ketahui
itu rahsia Ilahi
jangan pula kita mendahului
menjatuhkan hukuman kita sendiri
sesuka hati
akan apa yang kita tidak mengerti
tidak ketahui
sebagaimana kita tidak mengetahui
bagaimana caranya nanti
kita akan mati
temui mati
dan rasai, saat mati.

Kita hanyalah manusia yang akan mati.

SAZALEE SULAIMAN
Nilai, NS
19/04/2014
10.30.



SENJA


HARI JUMAAT


POHON NAN SEBATANG


TAFAKUR SUNYI


Dan pagi
berlayar sepi
hati mati
ngeri 
diri dikembiri
dini.

Pada-Mu Ilahi
aku bertafakur sunyi.

SAZALEE SULAIMAN
Nilai, NS
19/04/2014
07.30.



Friday, 18 April 2014

MUNGKAR


Berpayung dengan hujan langit
sungai sabar itu kita perahukan
dayung iman berpencak di lantainya
haluannya ke muara cabar
tebingnya melontar bara batu
hujan pun terbakar
kotanya hangus di pasir api.


Kita tidak talkinkannya di nisan itu
doanya airmata
jalannya bukan kuburan diam
bersuara di tembok pusara
bahasanya angin
yang turun membawa khabar
cuma kotanya enggan wujud
lalu sabar jadi bisu


... mungkar.

Qalam Bertinta
Klang
17042014
2347pm

IGAUAN


Igauan
dalam lena
tangisan
dalam rintih
kerinduan
kiankah menyisih?
Gurat pilu
menikam kalbu
tarian penaku
bersenandungkan syahdu
igau rindu
di perdu
kalbu.
Zie
17/04/2014