Showing posts with label Deni Ruswandi. Show all posts
Showing posts with label Deni Ruswandi. Show all posts

Tuesday, 13 May 2014

PULANG (2)


Angin berhembus sepanjang pesisir
meniup daun-daun kelapa selama ber tahun.
Langit di atas laut memerah menuju senjamu.
Apa yang kau tinggalkan dari masa kecilmu?
Masa sekolah, masa duka dan sukamu?
Buku catatan segera ditutup
dan engkau sebentar lagi harus pulang.
Entah apa yang telah kau berikan pada ibumu,
ayahmu, anak-anakmu tersayang, pasangan tercintamu,
orang-orang dekat dan orang-orang jauh?
Sebab engkau tidak diciptakan tiada guna.
Segala waktu mesti tidak sekosong angan.
Siang mesti tidak habis pada daun kuning,
ranting kering dan ilalang.
Sebab masamu sedekat riak ombak berkejaran.
Langit di atas laut memerah menuju senjamu
dan engkau sebentar lagi harus pulang.


Bks130514

Thursday, 17 April 2014

POTRET


Tertegun kau di persimpangan
memungut bingkai berbinar


Waktu melaju di sela-sela bugenvil
warna pucat warna cerah


Masa tak kembali

Rev, 160414

Wednesday, 15 May 2013

ANGIN SEMUSIM


angin meniup musim lewat
menyapa mahoni di persimpangan
menggugurkan daun kering
meninggalkan sunyi ranting

angan meluluhkan ritma
kesibukan sama nyanyian lama
terbalut gelap makna

hari jauh berlalu
aku di sebrang jalan
di sisi berbeda

Rvs150513

Wednesday, 24 April 2013

MANTAN


Kuakui kaumelangkah
kesombongan cukup
kemewahan megah

Kuterbahak depan tv
angin malam tidak berpihak padaku
menikam sebilah puisi

Tahun jauh berlari

Bks,240413

Friday, 29 March 2013

PERSEMBAHAN


kupersembahkan kepadamu : kematian
yang kaulalaikan di beranda
saat riang keluarga

kukirimkan kepadamu : perpisahan
yang selalu kauanggap masih jauh
waktu mendekat kautersekat

sampaikan salam pada anak-anak
kasih sayang, kebersamaan dan cinta
mata tersesak, nafas terisak

Sukabumi 290313

Friday, 8 March 2013

PULANG


Dan kaumenanti pulang
di antara apitan pohon jati sepanjang
jalan bertaburan daun mahoni
desir angin menyisir rumpun bambu
detik menuntunmu
detak menunggu

Kini berpalinglah dari bising
suara-suara rasa dan pikir, kelengahan belengu
pengakuan semu
rerumputan kering menyita waktu
seperti janin dalam rahim
merasa bangga dan puas dengan darah
tersekat dari taman-taman indah

Bangunlah, sayang
sekarang
bukan sekembali pulang

Bks, 07032013