Showing posts with label Ummi Marsheyta. Show all posts
Showing posts with label Ummi Marsheyta. Show all posts

Thursday, 9 May 2013

IRINGILAH SEPENGGAL PERJALANAN INI


Lembar duka tertutup
di antara rerapuhnya asa
sengaja sembunyikan

iringilah aku
dari musim hingga ke musim
untuk sementara waktu

semesta alam kini kian lemah memeluk
nadi semakin memerah penat
selama mana jantung ini masih berdetak
sangat rapuh memikirkan
maka kembalikan aku neraca hati

letakan kembali kesisi
bersulam di dalam dada nurani
mencari keredhaan
separuh waktu yang masih tersisa

bangkitkan wajah itu
mengiringi bersama

Penalukisan Hati
ummi marsheyta
8/5/13
Taiping

Tuesday, 7 May 2013

JENDELA RINDUKU MENITIP PERTANYAAN


Jendela rindu semalam
memapah retakan-retakan bintang
kesendirian melukis rembulan
menanti pendar purnama kunjungi kerinduan
namun bulir-bulir rindu itu bagai terabai
lafaz janji bagai angin menumpang
atau sekadar
kautuang mencari ilham di dada malam

Pernah aku bahagia
bersama menatap jendala rindu
di antara rerumputan yang menari
menanti senja berkerudung pelangi
bahkan di tengah-tengah badai
gemerisik tak berdiam
kerling mesra mentari meronai hari
walau hanya dalam sebuah tarian

Kautitipkan pada seluruh penjuru angin
apa bila langit dapat mendengar bicara
melalui secarik aksara
mengisi bintang-bintang bersinar
penjuru malam memuja kerinduan
tersentuh dalam luahan menjadi satu
hingga ruang pun terdiam

kembali embun bertanya malam
camar senja itu
adakah singgahsana rinduku
atau
mimpi yang meleburkan waktu
atau
mungkinkah kidung syair cinta daku tak tereja oleh rembulan itu ?

penalukisan hati
ummi marsheyta
7/5/13

Monday, 6 May 2013

HARUMAN KOPI PAGI


Huruf salah dieja
salah kertas terkoyak
pena menikam meja tulis
kertas berkata
tumpahkau tidak kena

dinding tersilap warna
dalam terang
menyapu bersih
kabur mungkin?
atau
hiasan susunan sudah cantik

kujamah kopi haruman pagi
pekat!!!
pahit!!!
dalam menjerit
telan juga
di meja tulis

penalukisan hati
ummi marsheyta
6/5/13
Taiping

Saturday, 4 May 2013

TANGISAN ITU LUKA KAMU SENDU AKU



Lelah dan letih kautinggalkan aku
percikan airmata yang kautumpahkan
untuk apa
nada sumbang kau bersuara
nafasku telah mati untuk kamu
menyibak tabir ratap tak bermakna
aku hanya meringankan luka
sebuah tangisan berkongsi derita

aku tersalah menafsirkan irama
bangun aku meringankan sendu lalu
kala langitku berwarna biru
tenang sudah sebuah kehilangan
saat duniaku tersenyum

tangisan itu datang
menumpang sendu
mengalir air kaca kepedihan
luka lalu terkoyak sesalan
untuk apa lagi
tangisan itu
merayu

langit pun berisak warna
hangat di tepian dermaga
dan aku tak mampu berteriak
bersama kaca serpihan itu
hanya menyimpuh aku diam

penalukisan hati
ummi marsheyta
4/5/13
Taiping

Aku cuba diam


Aku tidak mahu pandang
aku tidak mahu lihat
aku diam
tapi diam aku
telah dijajah
oleh kemarahan

aku cuba diam
aku kawal perasaan
ego diri tertewas
menghasut diri memandang
penuh kebencian

aku cuba pandang
aku cuba lihat
sungguh kasihan
maruah akukah yang hilang.

penalukisan hati
ummi marsheyta
4/5/13

Friday, 3 May 2013

LEMBUT SANTUN BUDAYA


Deras detak tegar
melangut alam
tajam belati ego

jangan terlalu
menghitung ilusi
konon menang sendiri

tak adakah lagi
lembut santun
menyulam budaya bangsa.

penalukisan hati
ummi marsheya
3/5/13
Taiping

Wednesday, 1 May 2013

SERPIHAN TAWA MASIH MENYINDIR


Entah mengapa
setiap kali mengeja
perkataan itu juga yang terlihat
pudar warna tetap terpancar jelas
di setiap sudut kucuba
memadamkan garis ingatan
melawan diri namun tewas

gigil diri seakan mengerti
darah yang mengalir itu seakan membeku
luka yang terdendam tidak mampu terbuang

mengapa aku tewas
namun tenang di wajah itu
bagai menyindir tawa
saat aku berlawan kata

tidak berdaya seorang aku
acapkali di buru
oleh gelombang semalam
bagaikan berdiri aku tidak seimbang
ke mana aku pandang semuanya kegelapan

saat guruh memuntahkan serpihan
bertaburan kaca-kaca kelukaan
mampukah
aku berdiam

penalukisan hati
ummi marsheyta
1/4/13
Taiping
SERPIHAN TAWA MASIH MENYINDIR

Entah mengapa
setiap kali mengeja
perkataan itu juga yang terlihat
pudar warna tetap terpancar jelas
di setiap sudut kucuba
memadamkan garis ingatan
melawan diri namun tewas

gigil diri seakan mengerti
darah yang mengalir itu seakan membeku
luka yang terdendam tidak mampu terbuang

mengapa aku tewas
namun tenang di wajah itu
bagai menyindir tawa
saat aku berlawan kata

tidak berdaya seorang aku
acapkali di buru
oleh gelombang semalam
bagaikan berdiri aku tidak seimbang
ke mana aku pandang semuanya kegelapan

saat guruh memuntahkan serpihan
bertaburan kaca-kaca kelukaan
mampukah
aku berdiam

penalukisan hati
ummi marsheyta
1/4/13
Taiping

Tuesday, 30 April 2013

CATATAN KEMARIN



Hujan pada derasmu
tertumpah lagi
aku basah
berpayung
alam tanpa sedar

dedaun yang melambai
tiada mampu
menutupi jiwa yang masai
entah apa

memunggah diri
perlahan aku bangkit
kulipat janji
catatan siang kemarin

di ujung pandangan senja ini
aku menunggu
kala suara bisikan itu
bergema
mengenai lantai cinta
di mana ianya telah
tercampak

Penalukisan hati
Ummi marshyeta
30/4/13
Taiping
CATATAN KEMARIN

Hujan pada derasmu
tertumpah lagi
aku basah
berpayung
alam tanpa sedar

dedaun yang melambai
tiada mampu
menutupi jiwa yang masai
entah apa

memunggah diri
perlahan aku bangkit
kulipat janji
catatan siang kemarin

di ujung pandangan senja ini
aku menunggu
kala suara bisikan itu
bergema
mengenai lantai cinta
di mana ianya telah
tercampak

Penalukisan hati
Ummi marshyeta
30/4/13
Taiping

Thursday, 18 April 2013

KETENANGAN MALAMMU DI PEMBARINGAN SUJUDNYA


Setelah siangmu menghimpun
bebanan di terik matahari
tubuhmu umpama melayang
sehabis bercanda dengan mentari siang
hingga melebamkan

ketika matahari menguncup
langit pun bermuram warna
bayang senjapun kembali
nakhodamu masih tenang
walaupun dibasahi dalam cerita
tidak kesudahan

kian berlabuh senja
lalu malam tersenyum lagi
menghirup aromanya
biar malam tanpa bintang
haruskah diri berselimut kelam

sebelum esok mematah pagi
di ujung penatnya hati
kaupinanglah malam dalam bercanda
sendiri
hadirkanlah mimpi-mimpi terindah
walaupun embun menghampiri
dalam tenang di pembaringan
sujudnya

entahlah
mungkinkah esok mampukah lagi
mengaris hari

(penalukisan hati)
Eytajms
18/4/13
Taiping

Friday, 12 April 2013

SENTUHAN



Jika saja tangan ini bisa selalu datang dan membelai
memberikan sedikit sentuh
jangan bertanya
erti dari sebuah aksara

jika kau mengejanya
hanya dengan satu warna itulah
puisi pena

imajinasi dari sebuah karya
melihat '
memandang

terukir jari membelai lembar-lembar helaian
dari ilham
kutitipkan menjadi syair kerinduan

Eytajms
11/4/13
Taiping with love


Thursday, 11 April 2013

INGINKU SISIHKAN RINDUKU



Ingin kuhentikan
luahkan kerinduan
kusisihkan helainya
membiarkan halangan terbina
menjadikan jarak yang menebal
langit pun bermeditasi
berseteru dengan rindu
berterbangan tidak tahu arah

suara sunyi
termangu diam aku
cahaya malam menyeru
kaulukiskan langit membiru
mengusik hariku
mengapa bayang itu bertamu
datang melintas menerusi buliran air mataku

lisanku yang berkata
mengurungkan rindu agar berhenti
di genggaman leburkan
pedulikan lelah bermuara
lalu kaubisikkan
mampukah!!

sesak nafas bagai tercurah
nadi bagai terhenti
katakan sekali lagi
mampukah !!

Eytajms
10/4/13
Taiping
INGINKU SISIHKAN RINDUKU

Ingin kuhentikan
luahkan kerinduan
kusisihkan helainya 
membiarkan halangan terbina
menjadikan jarak yang menebal
langit pun bermeditasi
berseteru dengan rindu
berterbangan tidak tahu arah

suara sunyi 
termangu diam aku
cahaya malam menyeru
kaulukiskan langit membiru
mengusik hariku
mengapa bayang itu bertamu
datang melintas menerusi buliran airmataku

lisanku yang berkata
mengurungkan rindu agar berhenti 
di genggaman leburkan
pedulikan lelah bermuara
lalu kaubisikkan
mampukah!!

sesak nafas bagai tercurah 
nadi bagai terhenti
katakan sekali lagi
mampukah !!

Eytajms
10/4/13
Taiping

RETAK JALINAN


kulukiskan kabus suram
tiupan angin menemani aku
warna-warna jagat berbicara 
dalam gerak hati yang retak

cairkan kebekuan tegar
dari tubuh ini
harumkan wangian
bukalah jendela hati
kemaafan

mampukah mengait jalinan kembali
menghapus segala titis
yang terkandung
seperti arus mengalir pergi

Eytajms
10/4/13
Taiping with love

Thursday, 10 January 2013

RAHSIA BERLAYAR BAHTERA



Melukis mendung di awan
datang bayu memandang
lalu diam
di tirai pagi termenung aku

bagaimana mentari setia
menyinar
dalam gerimis hadir
bahasa hati lantas tertanya

tak akan pernah tahu
begitulah gambaran terjadi
embun yang menanti tanpa jemu
sang fajar menyingsing hari
keperitan bertahan

saat mentari menunduk hari
wajah -wajah lesu masih setia menunggu
kala berlabuh di hujung malam
masih sabar menanti kepulangan
dalam wajah tersenyum
kebahagian

itulah rahsia alam
setiap bahasa terbit
dari dasar hati
dalam berlabuhkan layar bersama kemudi
melayarkan bersama alunan ombak
dalam mengenggam sauh berhati-hati
agar tidak tenggelam di dasar lautan
sendiri.

Eytajms
10/1/13
taiping
RAHSIA BERLAYAR BAHTERA

Melukis mendung di awan
datang bayu memandang
lalu diam
di tirai pagi termenung aku

bagaimana mentari setia
menyinar
dalam gerimis hadir
bahasa hati lantas tertanya

tak akan pernah tahu
begitulah gambaran terjadi
embun yang menanti tanpa jemu
sang fajar menyingsing hari
keperitan bertahan

saat mentari menunduk hari
wajah -wajah lesu masih setia menunggu
kala berlabuh di hujung malam
masih sabar menanti kepulangan
dalam wajah tersenyum
kebahagian

itulah rahsia alam
setiap bahasa terbit
dari dasar hati
dalam berlabuhkan layar bersama kemudi
melayarkan bersama alunan ombak
dalam mengenggam sauh berhati-hati
agar tidak tenggelam di dasar lautan
sendiri.

Eytajms
10/1/13
taiping

Wednesday, 9 January 2013

KENANGAN DI SEBALIK PERTEMUAN



sejenak merenung
dalam hari yang berarak
menguis tirai igauanku
tentang pertemuan
kala berlabuh di sudut petang
memandang wajah ketenangan

lirikan mata itu
seolah memandang diri
di sebalik bingkai kaca tertutup
bayangan terasa hadir
mengintai diri di sudut diam

entah mengapa
bagai terdengar suaranya
berbisik kata
wajah gambaran terlukis
jelas di hadapan
ketenangan warna seri wajah
bagai tertawan
tiada jemu menatap cahaya
di sebalik senyuman
semakin diri ingin dekatkan
namun terbatas larangan

langkah kaki bergerak
degup rasa bagai sesak
saat mata bertentangan
diri terdiam
kuasa rasa bagai menikam
dalam debaran
seolah diri melayang
dalam alam keindahan

keberanian datang
menyunting wajah didambakan
bersuara menyatakan
keikhlasan

bersatu diri akhirnya
saat ikatan bersimpul di genggaman
di situ terbit cinta
wajah manis kebahagiaan
kasih dan sayang
bersatu dalam perhubungan
semoga ikatan kekal
di hujung perjalanan
dalam restu dan keizinan

Eytajms
9/1/13
taiping
KENANGAN DI SEBALIK PERTEMUAN

sejenak merenung
dalam hari yang berarak
menguis tirai igauanku
tentang pertemuan
kala berlabuh di sudut petang
memandang wajah ketenangan

lirikan mata itu
seolah memandang diri
di sebalik bingkai kaca tertutup
bayangan terasa hadir
mengintai diri di sudut diam

entah mengapa
bagai terdengar suaranya
berbisik kata
wajah gambaran terlukis
jelas dihadapan
ketenangan warna seri wajah
bagai tertawan
tiada jemu menatap cahaya
di sebalik senyuman
semakin diri ingin dekatkan
namun terbatas larangan

langkah kaki bergerak
degup rasa bagai sesak
saat mata bertentangan
diri terdiam
kuasa rasa bagai menikam
dalam debaran
seolah diri melayang
dalam alam keindahan

keberanian datang
menyunting wajah didambakan
bersuara menyatakan
keikhlasan

bersatu diri akhirnya
saat ikatan bersimpul digenggaman
di situ terbit cinta
wajah manis kebahagiaan
kasih dan sayang
bersatu dalam perhubungan
semoga ikatan kekal
di hujung perjalanan
dalam restu dan keizinan

Eytajms
9/1/13
taiping