koleksi puisi garapan sazalee sulaiman dan teman-teman bertujuan untuk menghimpun puisi-puisi pemuisi kecil-kecilan agar tidak hilang begitu sahaja ditelan waktu. Perkongsian nukilan garapan amat dialu-alukan. Jika ingin berkongsi karya yang dipetik pastikan ada nama penulis asal dinyatakan jika tidak ianya melanggar akta plagiat dan anda boleh diambil tindakan susulan.
Showing posts with label Ummi Marsheyta. Show all posts
Showing posts with label Ummi Marsheyta. Show all posts
Thursday, 9 May 2013
IRINGILAH SEPENGGAL PERJALANAN INI
Lembar duka tertutup
di antara rerapuhnya asa
sengaja sembunyikan
iringilah aku
dari musim hingga ke musim
untuk sementara waktu
semesta alam kini kian lemah memeluk
nadi semakin memerah penat
selama mana jantung ini masih berdetak
sangat rapuh memikirkan
maka kembalikan aku neraca hati
letakan kembali kesisi
bersulam di dalam dada nurani
mencari keredhaan
separuh waktu yang masih tersisa
bangkitkan wajah itu
mengiringi bersama
Penalukisan Hati
ummi marsheyta
8/5/13
Taiping
Tuesday, 7 May 2013
JENDELA RINDUKU MENITIP PERTANYAAN
Jendela rindu semalam
memapah retakan-retakan bintang
kesendirian melukis rembulan
menanti pendar purnama kunjungi kerinduan
namun bulir-bulir rindu itu bagai terabai
lafaz janji bagai angin menumpang
atau sekadar
kautuang mencari ilham di dada malam
Pernah aku bahagia
bersama menatap jendala rindu
di antara rerumputan yang menari
menanti senja berkerudung pelangi
bahkan di tengah-tengah badai
gemerisik tak berdiam
kerling mesra mentari meronai hari
walau hanya dalam sebuah tarian
Kautitipkan pada seluruh penjuru angin
apa bila langit dapat mendengar bicara
melalui secarik aksara
mengisi bintang-bintang bersinar
penjuru malam memuja kerinduan
tersentuh dalam luahan menjadi satu
hingga ruang pun terdiam
kembali embun bertanya malam
camar senja itu
adakah singgahsana rinduku
atau
mimpi yang meleburkan waktu
atau
mungkinkah kidung syair cinta daku tak tereja oleh rembulan itu ?
penalukisan hati
ummi marsheyta
7/5/13
Monday, 6 May 2013
HARUMAN KOPI PAGI
Huruf salah dieja
salah kertas terkoyak
pena menikam meja tulis
kertas berkata
tumpahkau tidak kena
dinding tersilap warna
dalam terang
menyapu bersih
kabur mungkin?
atau
hiasan susunan sudah cantik
kujamah kopi haruman pagi
pekat!!!
pahit!!!
dalam menjerit
telan juga
di meja tulis
penalukisan hati
ummi marsheyta
6/5/13
Taiping
Saturday, 4 May 2013
TANGISAN ITU LUKA KAMU SENDU AKU
Lelah dan letih kautinggalkan aku
percikan airmata yang kautumpahkan
untuk apa
nada sumbang kau bersuara
nafasku telah mati untuk kamu
menyibak tabir ratap tak bermakna
aku hanya meringankan luka
sebuah tangisan berkongsi derita
aku tersalah menafsirkan irama
bangun aku meringankan sendu lalu
kala langitku berwarna biru
tenang sudah sebuah kehilangan
saat duniaku tersenyum
tangisan itu datang
menumpang sendu
mengalir air kaca kepedihan
luka lalu terkoyak sesalan
untuk apa lagi
tangisan itu
merayu
langit pun berisak warna
hangat di tepian dermaga
dan aku tak mampu berteriak
bersama kaca serpihan itu
hanya menyimpuh aku diam
penalukisan hati
ummi marsheyta
4/5/13
Taiping

Aku cuba diam
Aku tidak mahu pandang
aku tidak mahu lihat
aku diam
tapi diam aku
telah dijajah
oleh kemarahan
aku cuba diam
aku kawal perasaan
ego diri tertewas
menghasut diri memandang
penuh kebencian
aku cuba pandang
aku cuba lihat
sungguh kasihan
maruah akukah yang hilang.
penalukisan hati
ummi marsheyta
4/5/13
Friday, 3 May 2013
LEMBUT SANTUN BUDAYA
Deras detak tegar
melangut alam
tajam belati ego
jangan terlalu
menghitung ilusi
konon menang sendiri
tak adakah lagi
lembut santun
menyulam budaya bangsa.
penalukisan hati
ummi marsheya
3/5/13
Taiping
Wednesday, 1 May 2013
SERPIHAN TAWA MASIH MENYINDIR
Entah mengapa
setiap kali mengeja
perkataan itu juga yang terlihat
pudar warna tetap terpancar jelas
di setiap sudut kucuba
memadamkan garis ingatan
melawan diri namun tewas
gigil diri seakan mengerti
darah yang mengalir itu seakan membeku
luka yang terdendam tidak mampu terbuang
mengapa aku tewas
namun tenang di wajah itu
bagai menyindir tawa
saat aku berlawan kata
tidak berdaya seorang aku
acapkali di buru
oleh gelombang semalam
bagaikan berdiri aku tidak seimbang
ke mana aku pandang semuanya kegelapan
saat guruh memuntahkan serpihan
bertaburan kaca-kaca kelukaan
mampukah
aku berdiam
penalukisan hati
ummi marsheyta
1/4/13
Taiping
Tuesday, 30 April 2013
CATATAN KEMARIN
Hujan pada derasmu
tertumpah lagi
aku basah
berpayung
alam tanpa sedar
dedaun yang melambai
tiada mampu
menutupi jiwa yang masai
entah apa
memunggah diri
perlahan aku bangkit
kulipat janji
catatan siang kemarin
di ujung pandangan senja ini
aku menunggu
kala suara bisikan itu
bergema
mengenai lantai cinta
di mana ianya telah
tercampak
Penalukisan hati
Ummi marshyeta
30/4/13
Taiping
Thursday, 18 April 2013
KETENANGAN MALAMMU DI PEMBARINGAN SUJUDNYA
Setelah siangmu menghimpun
bebanan di terik matahari
tubuhmu umpama melayang
sehabis bercanda dengan mentari siang
hingga melebamkan
ketika matahari menguncup
langit pun bermuram warna
bayang senjapun kembali
nakhodamu masih tenang
walaupun dibasahi dalam cerita
tidak kesudahan
kian berlabuh senja
lalu malam tersenyum lagi
menghirup aromanya
biar malam tanpa bintang
haruskah diri berselimut kelam
sebelum esok mematah pagi
di ujung penatnya hati
kaupinanglah malam dalam bercanda
sendiri
hadirkanlah mimpi-mimpi terindah
walaupun embun menghampiri
dalam tenang di pembaringan
sujudnya
entahlah
mungkinkah esok mampukah lagi
mengaris hari
(penalukisan hati)
Eytajms
18/4/13
Taiping
Friday, 12 April 2013
SENTUHAN
Jika saja tangan ini bisa selalu datang dan membelai
memberikan sedikit sentuh
jangan bertanya
erti dari sebuah aksara
jika kau mengejanya
hanya dengan satu warna itulah
puisi pena
imajinasi dari sebuah karya
melihat '
memandang
terukir jari membelai lembar-lembar helaian
dari ilham
kutitipkan menjadi syair kerinduan
Eytajms
11/4/13
Taiping with love

Thursday, 11 April 2013
INGINKU SISIHKAN RINDUKU
Ingin kuhentikan
luahkan kerinduan
kusisihkan helainya
membiarkan halangan terbina
menjadikan jarak yang menebal
langit pun bermeditasi
berseteru dengan rindu
berterbangan tidak tahu arah
suara sunyi
termangu diam aku
cahaya malam menyeru
kaulukiskan langit membiru
mengusik hariku
mengapa bayang itu bertamu
datang melintas menerusi buliran air mataku
lisanku yang berkata
mengurungkan rindu agar berhenti
di genggaman leburkan
pedulikan lelah bermuara
lalu kaubisikkan
mampukah!!
sesak nafas bagai tercurah
nadi bagai terhenti
katakan sekali lagi
mampukah !!
Eytajms
10/4/13
Taiping
RETAK JALINAN
kulukiskan kabus suram
tiupan angin menemani aku
warna-warna jagat berbicara
dalam gerak hati yang retak
cairkan kebekuan tegar
dari tubuh ini
harumkan wangian
bukalah jendela hati
kemaafan
mampukah mengait jalinan kembali
menghapus segala titis
yang terkandung
seperti arus mengalir pergi
Eytajms
10/4/13
Taiping with love
Thursday, 10 January 2013
RAHSIA BERLAYAR BAHTERA
Melukis mendung di awan
datang bayu memandang
lalu diam
di tirai pagi termenung aku
bagaimana mentari setia
menyinar
dalam gerimis hadir
bahasa hati lantas tertanya
tak akan pernah tahu
begitulah gambaran terjadi
embun yang menanti tanpa jemu
sang fajar menyingsing hari
keperitan bertahan
saat mentari menunduk hari
wajah -wajah lesu masih setia menunggu
kala berlabuh di hujung malam
masih sabar menanti kepulangan
dalam wajah tersenyum
kebahagian
itulah rahsia alam
setiap bahasa terbit
dari dasar hati
dalam berlabuhkan layar bersama kemudi
melayarkan bersama alunan ombak
dalam mengenggam sauh berhati-hati
agar tidak tenggelam di dasar lautan
sendiri.
Eytajms
10/1/13
taiping
Wednesday, 9 January 2013
KENANGAN DI SEBALIK PERTEMUAN
sejenak merenung
dalam hari yang berarak
menguis tirai igauanku
tentang pertemuan
kala berlabuh di sudut petang
memandang wajah ketenangan
lirikan mata itu
seolah memandang diri
di sebalik bingkai kaca tertutup
bayangan terasa hadir
mengintai diri di sudut diam
entah mengapa
bagai terdengar suaranya
berbisik kata
wajah gambaran terlukis
jelas di hadapan
ketenangan warna seri wajah
bagai tertawan
tiada jemu menatap cahaya
di sebalik senyuman
semakin diri ingin dekatkan
namun terbatas larangan
langkah kaki bergerak
degup rasa bagai sesak
saat mata bertentangan
diri terdiam
kuasa rasa bagai menikam
dalam debaran
seolah diri melayang
dalam alam keindahan
keberanian datang
menyunting wajah didambakan
bersuara menyatakan
keikhlasan
bersatu diri akhirnya
saat ikatan bersimpul di genggaman
di situ terbit cinta
wajah manis kebahagiaan
kasih dan sayang
bersatu dalam perhubungan
semoga ikatan kekal
di hujung perjalanan
dalam restu dan keizinan
Eytajms
9/1/13
taiping
Subscribe to:
Posts (Atom)




