Showing posts with label Dita Ningtias. Show all posts
Showing posts with label Dita Ningtias. Show all posts

Tuesday, 7 February 2012

⊙☆Sang Malam☆⊙



Hening…. Senyap…
Hanya kidung angin membelai Sang rimbun,
Sesekali brgoyang, seolah terbuai lembutnya Sang semilir.

Dalam sepinya malam…
Membungkam jiwa-jiwa serakah
Membius hati yang egois
Meredam amarah yang bergejolak

Menyelimuti asa yang terpatri
Merayu Sang penjaga, tuk lelapkan rasa..
Meretas angan Sang pemimpi.

Dalam malam yang senyap…
Terkadang jadi perantara rindu bagi Sang penunggu..
Inspirasi suci bagi Sang pemikir..
Dan tak sedikit,
Sang pelipat bersembunyi dalam celah.

Hening…senyap…
Mengubur berjuta lelah
Hanya rembulan yang tetap bersanding...
Ketika dekap malam semakin larut terbenam kesenyapan.


※Mencari Ridho Illahi※



Di ujung sana…
Di balik kabut tebal langkah waktu…
Tempat di mana bait munajat dikembalikan..
Ditorehkan dalam lembar-lembar hikayat takdir…
Dilayangkan nalar menuju ruang... Di mana ego setiap jiwa dikumpulkan..

Di mana tak ada lagi beda keluhan dan harapan..
Masih dalam hamparan luas ladang keharusan…
Dalam ribuan hati yang melantangkan doa menuntut keharusan beda…

Dan di sini dalam hening sepi jiwa..
Tersirat bimbang dalam tanya..
Di mana letak surga hati…
Menanti dalam lelah langkah di bumi menuju yang diciptakanNYA…
langit dan syurgaNYA... Ataukah menanti diangkatNYA hati bersama ayat-ayat kaum pengharap menuju singgahsana syurgaNYA ...

Dan akhirnya kepada waktu…
Tetaplah berkabut..agar munajat tak henti ditasbihkan…



Thursday, 2 February 2012

~*♥ Permainan kelam ♥ *~





Nyanyian sang diam kembali merayap
Merasuki, akhirnya beri jeda dalam senyap

Hancur rasa menusuk, namun hanya hadir
Kepingan hasrat terserak, torehkan getir
Menjelma menjadi luka batin tanpa kendali

Ketukan nada sang bisu kini terdengar
Denyut emosi dan nadi cinta mulai menggelegar
Harap jerat pelangi menyayat,
Memberi riap pada potongan jiwa yang telah sesat akan gelap

Bubuhkan pahit pada rasa yang dikecap
Tutur kata sang bijak terasa mendekat
Menarik sadar, lelah mengembara di padang kemunafikan

Menyadari tinta kelam kembali tertumpah pada angan
Ingin satu jawab, jujur yang harus terucap
Walau tak kupungkiri, asaku tersayat tanpa mampu menyatu kembali…

Bukan aq menutup diri bukan pula pujangga bertopeng... 


Aku hanya mengungkapkan...


permainan kelam d muka bumi...