Showing posts with label Cahaya Laila. Show all posts
Showing posts with label Cahaya Laila. Show all posts

Saturday, 30 August 2014

CERITA HATI.


Malam ini aku bersantai di sini untuk seketika. Walau ditemani ratusan teman-teman namun sepi menyelubungi, bicara hanya bergumam di hati, bersenda dan tertawa dalam diam hanya susunan ayat sebagai penghubung begitu pun terbawa juga rasa rindu dan sayang kerana silaturahim itu sangat indah. Di antara kita pernah ada pertemuan atau hanya sekadar di maya saja, namun tidak mengapa kita tetap mesra sebagai sahabat, adik, kakak, abang, ibu, anak, pakcik dan makcik. Pun ada di antara teman-teman yang telah berpaling, tidak mengapa antara kita tetap ada kenangan kita bukan saling membenci tapi hanya sekadar tidak memahami, mohon maaf segala kekhilafanku. Aku di sini hanya sementara sebagai persinggahan tatkala hati diterkam gundah, tatkala resah membungkam rasa, kusut yang tidak terlerai selebihnya aku rasa tenang di kelilingi permata hatiku di ruang tamuku. Terima kasih teman-teman kerana tidak pernah jemu meneliti tiap bebelanku.


cahaya laila
29 ogos 2014
klang.

Saturday, 16 August 2014

TASBIH BIRU ( buat mama Asmira Suhadis )


Tasbih biru pemberianmu
masih dalam genggamanku
tidak pernah jemu aku melafazkan
kalimah indah memuji
kebesaran Ilahi


Tasbih biru pemberianmu
Kulurut satu persatu
merenda namamu dalam doaku
agar senyum dan tawa
sentiasa meniti di bibir indahmu


Subhanallah
Walhamdulillah
Wala illahaillallah
Wallahuakbar


Tasbih biru pemberianmu
masih dalam genggamanku
erat seerat silaturahim kita
seerat kasih sayangku padamu


Subhanallah
Walhamdulillah
Wala illahaillallah
Wallahuakbar


Cahaya Laila
16 Ogos 2014
Klang.

Friday, 8 August 2014

Perit.


Ada ketikanya terasa begitu dekat dengan kematian
ketika kesakitan begitu memuncak
ketika nafas tersendat tangan menggigil
bibir memucat saraf mengejang


Laillahaillallah kalimah indah
sentiasa meniti di bibir
menggantung harap kesakitan mereda
penyejuk hati lapangkan jiwa


Air mata sahabat setia
mengalirnya ia pengganti bicara
kerana lidah tak mampu berkata
juga tidak mampu mencicip rasa


Mata terpejam tidak mampu terlena
mengundang mimpi tidak kunjung tiba
bisa menggigit sekujur tubuh
bagai nyawa tinggal separuh.


Cahaya Laila
6 Ogos 2014
Klang

Monday, 7 July 2014

Pergunungan rindu


Di pinggirmu arus sungai mengalir lesu
tubuh teguhmu disalut ribuan pohon teduh
aku yang lara dalam pendakian ini
ingin berlari ke puncak damaimu
menyentuh langit yang membiru
memeluk awan yang memutih
dinginmu menyentuh aku dengan rindu
kita pun bersapa mesra bergurau senda
bagai terlepas derita yang bersarang
rela aku sesat di pergunungan rindu ini
yang membiru tenggelam di mindaku.


cahaya laila
klang
7 july 2014

Friday, 4 July 2014

Di antara tidur dan jaga.


Di pembaringan sambil melayan mata menunggu terlelap, aku terkenangkan anak OKU yang ditinggal ibu hati digigit sedih terbayang bagaimana kalau itu anakku, na’udzubilahiminzaliq itu yang aku ucapkan dalam hatiku, ibu tidak akan melakukan itu padamu anak-anakku kalian adalah permata hatiku walau apa pun alasan atau musibah menimpa anak-anak tetap bersamaku. 

Hati menjadi sayu bila teringat tentang penganiayaan. Mengapa harus ada penganiayaan, menganiaya binatang pun tidak tergamak rasanya inikan pula manusia,di pembaringan ini aku terfikir bagaimanalah agaknya perasaan seseorang bila menganiaya orang lain adakah bahagia, gembira berasa kuat atau berasa sangat istimewa lebih-lebih lagi di bulan Ramadan ini. Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami.

Melayan perasaan sebelum tidur, semoga Allah ampunkan semua dosa-dosa mereka takutlah dengan pembalasanNya janganlah menganggap kisah-kisah dalam Al-Quran itu hanya kisah dongeng, sehingga ada yang tergamak berkata dia akan tanggung dosanya sendiri…Astaqfirullahal’azim.

Kadang-kadang menunggu mata terpejam berbagai kisah menghampiri tidak ketinggalan juga yang seram, saat beginilah aku mengambil sedikit sebanyak iktibar dari bermacam kisah di sekeliling hidupku. Yang baik dijadikan tauladan yang buruk dijadikan sempadan. Semoga Allah sentiasa memelihara aku dan keluarga dari melakukan perkara yang buruk lagi menyesatkan….Aminnn.

Aku pun dibuai mimpi.

Cahaya Laila
4 july 2014
Klang.

Monday, 2 June 2014

Detik waktu


Membilang hari detik kedetik
waktu memamah usia dengan rakus
sia-sia terlantar sebuah kehidupan
tangan kiri menadah ihsan
tangan kanan kosong tak bersisa
entah bila rambut yang hitam kian memutih
entah bila alam terbentang kian kabur


langkah diatur tidak terarah
hati mengikut terasa parah
raga riwayatku tidak penuh buah yang manis
hanya terisi ranting yang patah
dilambung aku ke atas
dihempas aku ke bawah
di baling aku ke hadapan
ditolak aku ke belakang


warna-warna yang mula memudar
pada sebuah kehidupan yang panjang
tiada lakaran indah hanya contengan
tiada lagu merdu hanya laungan


letih mengusung usia yang kian ke penghujung
ragaku masih kosong
perjalananku semakin singkat… .


Cahaya Laila
2 june 2014
klang

Tuesday, 20 May 2014

Tapak waktu


Nun di rimba ilalang
aku leka mengejar pepatung
yang berterbangan
sesekali memetik rimbun
bunga berwarna warni
langkahku ditemani
bayu petang yang damai
tiada cela di akal dan hatiku
hanya keindahan
sebagaimana alam di sekelilingku
kerna langkahku
hanya dua tapak ke hadapan
duniaku adalah
kemuncup dan semalu
rerama juga pepatung


waktu pun beredar
kemuncup pun
merunduk sendu kutinggalkan
begitu juga semalu
tidak lagi tersipu-sipu
tanpa sentuhanku
rerama dan pepatung
bebas berterbangan
desakan waktu membawa
langkahku sepuluh tapak
ke hadapan
alam pun berubah
bayu petang sesekali gerimis
di akal dan hatiku
pun ada prasangka
mengapa bersama bayu ada gerimis
keinginanku menyentuh pelangi
kiranya hanya mimpi


langkahku sepuluh tapak
lagi ke hadapan
menyedarkan aku dari mimpi
bahawa hidup ini kenyataan
bukan hanya mengejar
pepatung dan pelangi
tetapi mengejar yang Hakiki.


Cahaya Laila
20 mei 2014
Klang.

Saturday, 17 May 2014

Arca keegoaan



Menongkah angkuh
dalam kelewatan waktu
langkah terpasung
dalam nafsu serakah.


Iman menyapa
kauberpaling megah
gegak gempita ketawamu
menggegar alam
sombongnya kaudengan
sakratul maut yang ramah
menyapamu saban hari.


Kasihan jiwamu
yang menangis kelaparan
mendesah kehausan
kasihannya…
kaulupa bagaimana
mengadun resepi takwa
kaulupa di sebalik
engkau ada aku.


Cahaya Laila
17 mei 2014
Klang.

Sunday, 16 March 2014

Bicara hati


Perjalanan ini masih panjang
namun aku sudah kelelahan
menoleh ke belakang
membilang detik yang tertinggal
ribuan malah mungkin jutaan
detik yang tersia...


menangis dalam pangkuan hari
sesal segunung rasa
pun tidak mungkin bisa
menganyam kembali
rentetan yang tertinggal
diam dan pasrah...


bergelumang antara cita dan tuntutan
bungkam tidak berdaya
yang tersembunyi itu cita
yang terluah itu tuntutan
wahai hati yang hilang
bersuaralah sehabis kata
agar lara tidak lagi besembunyi


Cahaya Laila
16 mac 2014
klang

Tuesday, 11 March 2014

BISA


rekah hati
pedih berdarah
menunggu sembuh 
bermusim lama
nanah dendam kian bertakung
membarah luka
sakit tidak tertanggung.

Cahaya Laila 
11 Mac 2014
klang.

Thursday, 27 February 2014

Terkenang


ada kenangan antara cerita
kisah musim remaja yang indah
berdiri di hadapan cermin
sudah membuat aku sangat bahagia
apatah lagi mencuba baju baru
segala-galanya terlalu indah

kadang-kadang musim berubah
sedikit peristiwa membuat
aku menangis seharian
rabak hati hanya kerana seremeh perkara
dimarahi ibu atau ayah
dukaku berpanjangan

musim berganti cinta menggamit
bertambah suka dan duka cerita hidupku
penunggu setia Sang Posmen
rindu menatap wajah posmen
melebihi rindu menatap surat cintaku

terlalu banyak kenangan indah
waktu remajaku bersama teman-teman
berkongsi cerita berkongsi suka dan duka
sebenarnya kisah pahit suatu waktu dulu
juga adalah kenangan manis waktu kini

kerana pahit dan manis sebuah cerita
adalah kenangan masa kini.

Cahaya Laila
Klang
27 Feb 2014

Tuesday, 18 February 2014

Marak


Kecelaruan hati
entah apa kehendak
membenam rasa ketidakpuasan
antara amarah dan duka
syukur bukan kebencian
keinginan menunjang
berbekas hampa.

Cahaya Laila
18 Feb 2014
klang

Friday, 14 February 2014

Perlabuhan


Langkah kian kaku
gementar tubuh berdiri
taksub dalam pandangan
mampukah aku menyusuri
ranjau berduri bisa menanti
lorong-lorong mati
ditaburi janji-janji duniawi
meratah keinsafan diri
lonjak rasa pada keangkuhan
terkesima pula dengan bayangan diri
lumpuh perasaan keakuan
rimba rasa penuh bencana
tega di setiap perlabuhan
memaksa langkah kian memberat.

Cahaya Laila
14 Feb 2014
Klang

Wednesday, 12 February 2014

Janji kita.


Meruntun hati
tatkala kelibatmu
ada di sana menanti
kita sudah berjanji
walau menyimpan kata
hanya di sanubari
kukuh, teguh…
langkah kuterhenti
tangan tergapai
hasrat tidak tercapai.

Kaumasih di sana
tersenyum menanti
meskipun kaupasti
aku tak mungkin menghampiri
memandangmu dalam sepi
tanpa suara menyapa
tanpa tinta penyambung bicara
di sini aku hanya memandangmu
dengan renyuk di hati.

Cahaya Laila
12 Feb 2014
Klang

Tuesday, 4 February 2014

Kicau burung murai


Tatkala kubuka jendela kamar
dingin bayu pagi menerpa wajahku
riuh berkicau murai bercerita
berita apa yang kaubawa
wahai si burung murai…
jika baik perkhabarannya
ke sini dekatlah padaku
khabarkan kisahnya
jika buruk beritanya
menjauhlah dariku wahai burung murai
aku tidak ingin mendengarnya.

Murai berkicau di waktu pagi
setia memberi salamnya
kata ibuku murai berkicau
tanda memberi berita
suka maupun duka.

Begitu pun aku hanya ingin
mendengar kicauanmu setiap hari
kicauan murai berlagu merdu
menghilangkan rindu padamu ibu… .

Cahaya Laila
4 Feb 2014
klang

Wednesday, 29 January 2014

TARIKH TERINDAH re-post


8 Dec 1985
Kenangan indah
pertama kali kita bersapa
bertukar senyum
dan bertemu pandang.

22 Feb 1989
Detik terindah
Saat permata kasih
tersarung di jari
tanda janji termetri
dengan restu ayah dan ibu.

27 Jan 1990
Tarikh keramat yang dinanti
dengan sekali lafaz dan janji
aku menjadi milikmu abadi
melewati hari-hari bahagia di sisimu
terima kasih ya Allah atas anugerahMu.

20 Dec 1990
Buah cinta kita yang pertama hadir
seorang puteri
hilang terasa segala kesakitan
demi terpandang sinar mata si kecil kita
juga kebahagiaan di wajahmu.

7 Jan 1992
Kebahagiaan kian berbunga
dengan hadirnya
seorang putera.

20 July 1993
Allah menganugerahkan
kita seorang lagi putera
senyum tidak pernah hilang
dari wajahmu hingga kini.

27 Jan 2014
24 tahun sudah
aku melayari bahtera
ini bersamu bersama putera puteri kita
susah dan senang

kita sama-sama reda menerimanya
demi rasa kasih dan cinta
yang tidak pernah padam
walau kadangkala diduga
Ya Allah…kuatkan jodoh kami
restui kasih sayang ini
tempatkan kami bersama di dalam syurgaMu.

Cahaya Laila
29 Okt 2013
Klang.

Sunday, 19 January 2014

BICARA MALAM.


Aku ingin mengadu pada malam
mengapa bulan cahayanya kelam
mengapa bintang hilang kerdipannya
namun tidak terluah rasa
kerana pungguk turut merayu
tegak di dahan merenung bulan
bulan berselindung di balik awan.

Ingin kukhabarkan pada malam
kelammu memilukan aku
dinginmu menyakiti aku
biar aku bercerita pada malam
walang hati seorang penanti
bersama segumpal rindu yang kian hanyut
cedera hati semakin parah
kejora idaman tinggi di awan.

Bertandanglah siang ke dukaku
biar mentari menyimbah cahaya
walau tak seindah kerdipan kejora
namun cahayanya menerangi
ke pelusuk jiwa.

Cahaya Laila
18 Jan 2014
Klang.

Saturday, 18 January 2014

LORONG KENANGAN


Suatu ketika dulu
lorong itu permainanku
jejaknya telah hilang
disinggahi debu
dedaun lalang di kiri dan kanan
lorong itu pernah melukai jemariku

Suatu ketika dulu
murai berkicau menyapa ramah
di setiap langkahku
pepatung berterbangan menemaniku

Kini lorong itu telah hampir tiada
ditumbuhi semalu berduri
dilitupi renek menjalar
luruh air mataku
mencari jejak yang hilang
kutinjau di hujung lorong
jika masih ada sisa tarianku
tetap hampa…

Kini lorong itu adalah
lorong kenangan
yang tak mungkin dapat kulalui lagi
murai telah terbang jauh
lalang telah layu kekuningan
pepatung tidak bernyawa lagi.

Cahaya Laila
18 Jan 2014
Klang.

Friday, 10 January 2014

DI PENJARA SUNYI


Jiwa ini ingin berbicara
berkirim pesan pada sang Buana
lirih angin itu suaraku
yang sedang berdendang tangis di penjuru alam
langit pun mendung tatkala mengusung
takungan air mataku
sudah kukatakan tarianku warna pelangi
namun warnanya bukan pilihanku.

Tubuh yang lesu di pembaringan
meskipun hamparannya
baldu hijau milik alam
mimpi pun enggan singgah
jika mataku musuh sang lena
jiwa berbaur lagu ombak
menghempas rasa hingga terkedu
akupun terpenjara dalam sunyi.

Cahaya Laila
10 Jan 2014
Klang

Tuesday, 31 December 2013

KALENDAR HIDUP.


Datang dan pergimu silih berganti
aku masih tetap di sini
seperti dulu, seperti selalu
datangmu tidakku seru
pergimu tidakku usir
hadirmu membawa seribu satu kisah
suka, duka, senyum dan airmata
dan aku masih setia di sini
menunggu bermulanya
kisah baru rentetan dari kisah dulu.

Cahaya Laila
31 Dec 2013
Klang Selangor