koleksi puisi garapan sazalee sulaiman dan teman-teman bertujuan untuk menghimpun puisi-puisi pemuisi kecil-kecilan agar tidak hilang begitu sahaja ditelan waktu. Perkongsian nukilan garapan amat dialu-alukan. Jika ingin berkongsi karya yang dipetik pastikan ada nama penulis asal dinyatakan jika tidak ianya melanggar akta plagiat dan anda boleh diambil tindakan susulan.
Showing posts with label Penaluka Kersani. Show all posts
Showing posts with label Penaluka Kersani. Show all posts
Friday, 17 May 2013
Tajuk: Hanya batuk kosong
Siapalah aku
yang ingin menggosok pelangi
menari-nari di atas ribaan puteri
indah
warnanya berseri-seri
siapalah aku
yang ingin mengait langit
turun ke tanah
untuk mengambil bintang-bintang
yang indah di waktu malam
untuk mengambil bulan
hadiahkan pada si pungguk
yang tidak pernah-pernah serik berlagu
siapalah aku
untuk menahan rintik hujan turun
berkaca-kaca menyembah bumi
bertakung dalam arus sungai yang lesu
kelaparan
siapalah aku
sebuah puisi kosong....
cakar jiwa:penaluka kersani ...17 mei 2013...Temerloh Pahang.....12.45pm
Thursday, 16 May 2013
Tajuk: Jangan kaupersoalkan aksara ini...
Hari ini jangan dipersoalkan
mengapa hujan yang turun
tidak henti-henti
mengapa panas yang membahang
tidak pergi...
hari ini jangan dipersoalkan
mengapa air laut yang membiru
tidak pernah surut-surut
mengapa sungai yang mengalir
tidak pernah letih...
hari ini jangan dipersoalkan
mengapa siang cepat berlalu pergi
mengapa senja cepat menggenggam jemari
mengapa malam rakus membawa pergi
mengapa dinihari sejuk tegak berdiri...
hari ini jangan dipersoalkan
mengapa ada rindu
mengapa ada sayang
mengapa ada kasih
mengapa ada cinta
mengalir didalam jiwa....
hari ini jangan dipersoalkan
tika senja ini
aksara ini aku hidangkan
seakan tawar dan hampa....
cakar jiwa: penaluka kersani....15 mei 2013....7.20 pm...
Temerloh..Pahang.
Thursday, 2 May 2013
Tajuk: Tangisan senja
Sayang...
tika ini senja berlabuh girang
ditemani dinginnya bayu mencium pipi
ombak beralun-alun manja
terbuai aku di sini...
Sayang..
tika ini entah kenapa hatiku
dijentik-jentik
pabila melihat matahari di bibir senja
pilu dan sendu
aku kelu...
Sayang..
tika ini senja hendak pulang
ingatkah kita bersama-sama dulu di sini?
melambai-lambai girang
seperti tidak mahu pulang...?
Sayang...
ingatkah lagi pertemuan pertama kita?
di senja ini buat pertama
pertama kali
aku termimpi-mimpi wajahmu
tiap siang dan malamku ada kamu
senja ini
senja ini
menemukan aku dan dirimu.....
Sayang...
aku hampir terlupa
senja terlebih dahulu menjemputmu pulang
saban hari aku di sini
setiap petang
melihat wajahmu dalam samar-samar gelombang
Sayang....
alfatihah buatmu
tanda aku amat mencintaimu
senja tetap berlabuh
jangan bimbang sayang
aku tetap aku yang kaukenali dulu.....
cakar jiwa: Penaluka kersani......Temerloh Pahang...
2 hb mei 2013 4 am.
Wednesday, 24 April 2013
Tajuk:Maafkan aku sayang
Maafkan aku sayang
mencoret puisi di tengah hari
tika peluh menitik-nitik turun ke bumi
dalam hati yang gundah sunyi...
Tika ini jangan disalah erti
puisi yang dilahirkan adalah dari hati
bersyukur kelebihan anugerah Ilahi
setiap insan punyai kelebihan sendiri
bukan merintih
bukan meratap
bukan memotong nadi di lengan sendiri
indahnya alam ciptaan Ilahi....
Maafkan aku sayang
mencoret puisi di tengah hari
tika melihat langit yang membiru
tika melihat air sungai mengalir lesu
aku sendu..
bukan niatku mengoncang nafasmu
menganggu rezeki yang terhidang depan mejamu
atau menggugat hati wajamu
maafkan aku sayang
puisi ini lahir dari hati
dari seorang yang baru hendak belajar berlari
melihat duniawi
untuk mereka yang memahami.....
penaluka kersani
Temerloh.
23 april 2013
Wednesday, 17 April 2013
Tajuk : Rindu
Rindu kita dalam deruan yang mengasyikkan
rindu kita dalam ombak yang menggoncangkan
rindu kita di atas batu
sambil termenung
mengukir jemari
melihat awan
bertanya teka-teki tanpa jawapan yang tak pasti...
Rindu kita dalam hujan yang menggetarkan
rindu kita dalam hujan yang mencurah-curah ...bocor
rindu kita hanya menahan
tika air mata gugur
bersama rintik-rintik hujan
dapatkah kita membezakan....
Rindu kita pada petang yang nyaman
rindu kita pada sebuah senyuman
rindu kita sambil termenung
melihat buku wajah-wajah kenangan
telah tertulis dengan dakwat keriangan.....
Rindu kita rindu yang sama
rindukan kedamaian
kasih sayang nan tulus
walaupun jauh
ia terpahat kukuh
terpahat kukuh
tercoret
di remang senja.....
cakar jiwa: PENALUKA KERSANI
Temerloh
16 April 2013
6.15 pm
Saturday, 13 April 2013
Tajuk: kontang
Pagi ini aku gila !!!
Pemuisi yang buta hampa
Ingin menghempas kepala di jendela
kosong...
tangan yang tak sampai meraba malam
kaki yang tertancap di tanah nan gersang
menimbus debu-debu tiap persoalan
pagi yang sunyi
titik-titik embun nazak menitis
ke hulu hati
ilham aku mati
petanda aku harus pergi
mungkin yang terakhir
kuburkan di sini
dan ada suara ketawa..........
cakar jiwa: PENALUKA KERSANI
Temerloh..
13 april 2013
Friday, 12 April 2013
Tajuk: Angin.
Kepalaku tertinggal di hujung sana...
bergolek-golek
hingga ia berhenti
terpaku di sana
melekat di sana
tercicir di sana
dalam angin
yang menghentak
dalam gelora yang menghempas
dalam petang yang terik
dan hati ini pun mula terbakar
mencari pemadam di tepian tebing
mencari arus
mencari angin
kepala yang tertinggal
mula dikutip
termenung melihat senja.....
cakar jiwa : PENALUKA KERSANI
Batu Tiga Temerloh..
12 april 2013
Tajuk: kapal layar kertas
Berlayarlah kamu di samudera biru
mengikut arus
belayarlah
tanpa segan dan malu
aku layarkan kamu
tika titik-titik senja mula mendatang
puas aku menanti
gelora yang tenang
dalam petang yang menghilang
puas aku mencari
awan yang terang
di sebalik siang yang panjang
dalam diam aku termenung panjang
dalam diam ombak melambai girang
dalam diam hatiku terusik
akhirnya titik-titik senja
membawa dikau pulang.....
cakar jiwa: penaluka kersani
temerloh
11 april 2013
Thursday, 11 April 2013
Tajuk: Hujan Senja.
Senja ini hujan turun dari kaki langit
jatuh menitik
atas teratak usang
berderai basah
di hujung laman......
Senja ini hujan turun dari kaki langit
menyapu derita
dari wajah-wajah sensara
wajah-wajah tua
yang hampir dilupakan
di ceruk dapur
keseorangan....
Senja ini hujan turun dari kaki langit
menyejukkan dada yang terbakar
lidah-lidah yang terjelir
akal hilang
dalam paksinya...
Senja ini hujan turun dari kaki langit
ramai yang gelisah
yang pasti azan tetap bergema
hingga ke hujung nyawa.....
penaluka kersani
batu tiga temerloh pahang
10hb april 7.10 pm.
Wednesday, 10 April 2013
Tajuk: Wajah di remang senja
Wajah itu hampir tertutup
ingin pulang
terlalu penat
lelah...
Wajah itu ingin pergi
seharian bermandi terik mentari
berpeluh
basah
hapak....
Wajah itu hampir menangis
banyak lagi yang perlu dibuat
masa sudah suntuk
jemari terketar-ketar...
wajah itu hanya berdoa
agar senja ini
bukan yag terakhir
untuk menulis
cebisan-cebisan puisi terakhir
dari hati.....
penaluka kersani
batu tiga temerloh
10 april 2013
Tuesday, 9 April 2013
Tajuk : Hanya menulis...
Maafkan aku...
maafkan aku senja ini
masih mencoret puisi yang kurang indahnya
aku hanya menulis mengikut garis-garis senja
yang berselerak
di awan manja...
Maafkan aku...
maafkan aku senja ini
aku hanya menulis
apa yang ada bersimpul di benak ini
sambil menatap kanvas yang berlari
di tiup sang bayu senja
lukisan-lukisan hidup itu mulai menghilang
diganti dengan lukisan ton warna yang baru
sekilas wajah sedih yang muncul
sekilas permandangan yang indah
sekilas deria hati berbaur suka duka....
Maafkan aku..
maafkan aku senja ini
aku hanya menyampai
apa yang ada
langit mulai hitam
airmata mulai gugur
senja mulai menangis
bagi yang mengerti
titis-titis itu membelai diri......
maafkan aku senja ini
masih mencoret puisi yang kurang indahnya
aku hanya menulis mengikut garis-garis senja
yang berselerak
di awan manja...
Maafkan aku...
maafkan aku senja ini
aku hanya menulis
apa yang ada bersimpul di benak ini
sambil menatap kanvas yang berlari
di tiup sang bayu senja
lukisan-lukisan hidup itu mulai menghilang
diganti dengan lukisan ton warna yang baru
sekilas wajah sedih yang muncul
sekilas permandangan yang indah
sekilas deria hati berbaur suka duka....
Maafkan aku..
maafkan aku senja ini
aku hanya menyampai
apa yang ada
langit mulai hitam
airmata mulai gugur
senja mulai menangis
bagi yang mengerti
titis-titis itu membelai diri......
karya:Penaluka Kersani.
Batu Tiga Temerloh Pahang,
6 hb April 2013
Batu Tiga Temerloh Pahang,
6 hb April 2013
Tajuk: Qalbu
Dalam jiwa yang terbuka
rongga-rongga
yang berselerak
kacau...
Dalam jiwa yang tertutup
rongga-rongga
yang berselerak
tenang....
Qalbu itu jernih dan putih
memayung diri.....
penaluka kersani
batu tiga Temerloh pahang
8hb april 2013
Thursday, 21 March 2013
Cakar Jiwa
cakar jiwa:penaluka kersani
Temerloh.
Tajuk: Pulang
Senja pun jatuh di tepian tebing-tebing malam
roboh suka dan duka dedaun siang
mengheret kisah-kisah yang berguguran
menikam gelombang resah di hujung hari
siang akan menangis pulang
yang sarat dibahu keletihan
debu-debu mengekor malam
jemari menepuk
pasir-pasir yang melingkar diri
gugur...resah menanti malam.
Temerloh.
Tajuk: Pulang
Senja pun jatuh di tepian tebing-tebing malam
roboh suka dan duka dedaun siang
mengheret kisah-kisah yang berguguran
menikam gelombang resah di hujung hari
siang akan menangis pulang
yang sarat dibahu keletihan
debu-debu mengekor malam
jemari menepuk
pasir-pasir yang melingkar diri
gugur...resah menanti malam.
Friday, 8 March 2013
Tajuk: Hari yang rosak
Cakar jiwa: penaluka kersani
7 mac 2013
TEMERLOH
Hari ini....
cuaca panas!
Hari panas!
Suhu panas!
Hati panas !
Jantung panas !
Urat panas !
Nadi panas !
Darah panas !
Kaki ,tangan panas !
Hari yang rosak oleh akal yang pemalas..!!
maafkan aku merosak
dinginnya embun petang hari
kerana aku lelaki
panas....
maafkan aku
jika boleh biarlah embun itu
sentiasa ada
kerana ia sejuk
membalut hari yang rosak........
7 mac 2013
TEMERLOH
Hari ini....
cuaca panas!
Hari panas!
Suhu panas!
Hati panas !
Jantung panas !
Urat panas !
Nadi panas !
Darah panas !
Kaki ,tangan panas !
Hari yang rosak oleh akal yang pemalas..!!
maafkan aku merosak
dinginnya embun petang hari
kerana aku lelaki
panas....
maafkan aku
jika boleh biarlah embun itu
sentiasa ada
kerana ia sejuk
membalut hari yang rosak........
Sunday, 20 January 2013
Buta
puisi tajuk: Buta
karya:penaluka kersani
3.30a.m
15 hb januari 2013
meja sepi...........TEMERLOH...
Aku merenung dalam kotak senja
tajammm..!!
Menikam jasad ke ubun-ubun bumi
mengorek jantung dengan jemari
menghilir darah di tepian hati
jambatan nadi usang hampir roboh
patah berdiri....
Bangunnnnn..!!!!
Bangunnnnnn..!!!
Bangunnnnnnnn.!!!
Bangunlah semangat anakanda...
Hari dah hampir senja
beras dah habis padi kekeringan hampa.
Bangunlah anakanda
sampai bila nak jadi buta
di halaman bonda............
Subscribe to:
Posts (Atom)