Showing posts with label Moy Yu. Show all posts
Showing posts with label Moy Yu. Show all posts

Friday, 19 April 2013

Cuma satu...?


Tika merenungku ke langit malam
beribu bintang hadir memburu
mengunjur sinar warna keindahan
awan menjadi cemburu dalam keliru
bulan terdiam di balik awan kelam
hembusan angin menghembus lembut
awan berolah perlahan membasuh perasaan

Antara beribu bintang hadir menyulam senyum
indah halaman rindu, merasai dingin bersalju
sebutir kilauan, persis permata di awangan
tersenyum mendamaikan sukmaku bertalu
dalam beribu, hadirnya sebutir kilauan
menjadikanku, terbuai mendakap damai

Tiap waktu, kumerenung ke dada langit malam
mencarimu, kilauan permata, sebutir bintang itu
indah tergantung di awanan menghulur senyuman
dari kejauhan kerinduanku, merasai kehadiranmu
lalu kubertanya pada diri, hadirkah lagi kilauan
dalam beribu bintang mengunjungi halaman hati
adakah akan kugapai satu ?, dalam beribu
hadir kilauan indah, mewarnai sukmaku
cuma satu...?

Moyyu.
19.4.2013.

Thursday, 18 April 2013

Sesejuk belaian angin rindu


Ranting mawar merapat rasa
angin rindu menyapa pipi lembut
selembut sutera menghias jiwa
indah dalam keindahan memuja
tika waktu berkongsi bicara
hembusan angin menghulur setia

Damai, lontaran indah kerinduan
menafsir lembut suara berkiasan
indah kamar hati menikmati
bunga rindu hadir berilusi lagi
beralunan indah menjadi teman
malamku, diterangi indah cahaya

Rindumu, melambaiku ke sana
di dada langit terukir warna
subuh hadir, embun menanti
membasah rindu yang dahaga
bertakung indah tasik hati
kubaluti, mendakap indahmu
sesejuk belaian angin rindu.

Moyyu.
18.4.2013.

Merekah senyum wajahmu


Pohon kasihku
indah merendang
pada perteduhan buatmu
bara terpadam sepi
bahang menyejuk hati

Rimbunan merekah senyum
pada bibir berbicara
tentang rindu terarah
kerinduan berlagu
kutahu

Benteng tabah kupasak kuat
tegak kerikil berdiri janji
kolam rindu tiada kering
bicara kasih menyubur
pada dataran hati
mendiami ketulusan
merekah senyum
wajahmu
tikaku...

Moyyu.
17.4.2013.

Wednesday, 17 April 2013

Epilog cinta sepi...( Sebuah puisi kosong....!)


Sinaran mentari mencurah damai
bertunas seluruh akar, menjalar haus
menadah hasrat, mendongak kelangit
tak tertumpah setitis air perkasihan
tika kemarau hati sayu merenungi
awan terdiam, keliru tanpa angin

Titik hitam melengkung di langit hari
dedaunan menadah harapan rindu
kuat teras menikam dasar hati
dahan kasih tak bergoyang bertari
titisan hujan tika membasahi janji
mencurah keresahan mengalir pergi
hanyut dikejauhan ke tasik sepi

Sinar mentari pagi menyiram lagi
daerah pagi, secerah bestari persepsi
titipan dan hanyunan ilham bertamu
bercantum hadir, mendatangi hati
membawa erti dalam pasti
lalu kutitipkan haruman mawar
menjadi epilog cinta sepi...

Moyyu
17.4.2013.

Kilauan cahaya rindu buatmu


Melayari sedalam dasar lautan
terdiamku, membilang waktu
keluku, tiada bicara bertamu
semakin samar mendakap kegelapan
mencariku, dikejauhan kuredha

Berombak rasa pada usikan
hadir di kamar kerinduanku
terbuka jendela rindu melambai
angin malam mengirm rindu
kugapai indah dalam lenaku
menjadi kelambu malamku

Bercumbuku, pada kedinginan pagi
embun mengusik lagi bersama dingin
mendakapku kembali, kerinduan mendatangi
membawa wajah kasih, kusenangi
lalu kuikat di jungtaian renda biru
kilauan cahaya rindu buatmu.

Moyyu.
17.4.2013.

Tuesday, 16 April 2013

Akukah yang bersalah...? (sebuah puisi kosong.....)


Merendang pepohonan menjunjung waktu
angin asyik, meniup lembut membisikkan
pada bicara kenangan yang ditinggalkan
berbekas kuat mendakap seribu ingatan
kesepian menyapa diri menggapai kenangan

Sunyi menghadirkan suara rindu bertalu
berolah bicara beralur wajah berubah
memaut kedamaian pada tangkai hati
bermandi tenang membasahi jangkaui
merona hati bergetar impian menanti

Suara malam hadir meneduh keresahan
indah terjaga segunung harapan mencari
pada kedamaian yang telah hilang semalam
pada kerinduan yang telah lenyap kilauan
merenungku, pada biasan kenangan
lalau kubertanya tentang tragedi
akukah yang bersalah...?

Moyyu.
15.4.2013

Monday, 15 April 2013

Jangan kautangisi


Rangkak dalam gusar lemah
memaut dahan tanpa hisab
masih kejauhan ranting malam
tangis menghirup nafas luka
longlai setiap detik kulangkah

Di takungan kasih mengalir rindu
memutih kilauan cahaya suci
jernih mengalir menyapa hati
hadir kedamaian mengulit rindu
lengkungan indah memuja
kujaga, sejak mula bertemumu

Semalam, mengalir darah kehampaan
meresap segunung siksaan, kudiam
kutakung resah menadah iringan
menjagamu, tiada kesakitan
kelukaan tak tersinggah parah
jernih hembusan kaurasa

Jangan kautangisi
andai rebahku, di sisi.

Moyyu
15.4.2013

Permainanmu, kukesali.( Hanya sebuah puisi kosong...!)


Gersang berolah mengubah warna
kering memungkir peradaban
beralih selera membuka ruang
tasik hati, berombak gelora buas
menadah restu, hujan menghantar ikhsan
teratai tersenyum, madah kau dendang
terapong di permukaan, dasar hati
mencongak anganan

Indah ungkapan, melata menawan
tersimbah warna memuja nyawa
berseloka, berkias sketsa cinta
merayu, berlagu mengait mesra
minda mendesak, hadir berpura
mengarah fungsi merata

Mainan aksara berdinding salju
panas mentari membakar palsu
cerah seluruh, meluruh aksi
terlanjang kepalsuan diri
selama mencari, angan mengisi
dalam kepuasan sepi, tak bererti
permainanmu, kukesali.

Moyyu.
15.4.2013.

Sunday, 14 April 2013

Kenapa harus aku


Gempa melata 
kerikil patah dan bisu
karang hancur kerasnya
cengkerang sembunyi
di lopak rapuh

Berkocak lingkungan rasa
perit luka, luka lama
mengalir darah bersumpah
merekah dada malam
bungkam merebah

Kenapa harus aku
Selumbar menikam
diam menyulam
berdagang ikhsan
lalu kauhidang
racun kutelan.

Moyyu.
14.3.2013.

Saturday, 13 April 2013

Damai...


Senja suram melambai 
terpana sebuah pengertian
tertinggal memutik makna
senyuman...

Malam semakin larut
Mencari cahaya bertaut
terbias biasan wajah
menyaji kelembutan
terindah...

Indah melakar wajah
sunyi berbahasa tenang
rindu berulas setia
damai...

Moyyu.
13.4.2013.

Melewati waktu itu


Bintang melebar senyuman
bewarna indah keayuan wajah
lembut menghela nafas puas
bulan membasah keriangan
seiringan mempatri kilauan
memeta janji keikhlasan

Bayu menyapa kedamaian
hamparan luas membasahi
titipan indah bergunung salji
berjanji menakluki berbudi
mencantas ranting mimpi
mengait realit tersembunyi

Tika waktu kabus menjeling
menawar sindiran cemburu
kejauhan berdomba keliru
berdiri rindu memangku
menegak setiamu bercumbu
tidak berpaling lagi langkahmu
melewati waktu itu.

Moyyu.

Selingkar


Rumputan kering menadah pilu
gersang meniduri selingkar kasih
renyai hujan menyapa ketipisan
indah tak bercumbu pada akar
dedaunan kehijauan gugur seri
kelayuan diri terbungkam sepi

Terhiba dilantaran menangisi
bersalut renda sepi melangkah
kedamaian sekelumit di anganan
berkupas kelopak rantingan sepi
kering ditikam melestari terbungkam

Relakah...
pendakian berutaian uratan ilusi
menyapa tiada terbatas lasungan
bicara, tersekat, teresak mencari
bersimpang jangkauan, hilang
arah seribu warna, merekah
dasar hati, mimpi melingkari
selingkar.

Moyyu.
13.4.2013.

Indah...


Seraut wajah
membayangi warna hati
bersinar wajah terpuji
terpancar seindah mentari
rembulan mempamir diri

Indah menjelma keindahan
melembut pada mata diri
menyejuk pada pandangan
seraut wajah dalam purdah
memberi sinaran terindah
menawan perasaan

Sejuk hati ibu
tersenyum dari jauh
kerana cahaya wajah itu
berwarna lembut selembut
merekah bibir bersuara
sering menyaji keanggunan
tanpa kausedari wajah itu
indah...

Moyyu.
12.4.2013.

Friday, 12 April 2013

Telus...


Berjanji bersaksi
Tempo mengindah rentak
nyanyian burung terhenti
bangau terbang rendah
ombak membelai resah

Lontaran mengikat
pada setia pada tanda
terikat kuat tersimpan
dalam alamari hati
secebis rahsia terkutip
kebal bahasa dalam bicara

Sejujur rembulan menyirami
pada warna keindahan malam
tak pernah ada dalam detik
tak terduga tika hadir
tersedar dalam ucapan
telus...

Moyyu.
12.4.2013.

Thursday, 11 April 2013

Bisikan alunan semalam


Mendaki segunung harapan
menongkah harap bertunas
menjunjung seribu matlamat
mencari di lereng-lereng suram
setitis embun memberi sinaran
mentari membias indah kilauan

Melangkah dalam warna pelangi
kabus menyejuk pelusuk hati
menggapai dalam lamunan diri
kesamaran berlari mencerah janji
tenang merenung kepastian mimpi

Pudar pada kesangsian semalam
hanyut dibawa arus kebenaran
lontaran indah meraut keikhlasan
bisikan alunan semalam
hilang tiada berbekas curiga
tenggelam hilang prasangka.

Moyyu.
11.4.2013

Ujian kerahmatan dalam ujianNya ( Buat seorang sahabat - Puan Ezzah )


Hadir tanpa kehendak insan
memilihmu, terisi seribu indah
dalam ujian untuk direnangi
bersama redha dan sabar

Tebal damai dalam tenang
menghirup kerahmatan
mengharungi getiran nyata
membaring hayat duniawi
bersama syukur menerima

Kering airmata dalam jernih
warna sekeping hati terindah
mendakap syukur dalam taqwa
mendakap ujian memeluk rahmat
moga kembalimu, bersama senyum
sejahtera dalam doa dariku, ingatlah
ujian kerahmatan dalam ujianNya.

Moyyu.
10.4.2013.

Tuesday, 9 April 2013

Rembulan membuka ruang luka


Merona jiwa yang menghambat rasa
melangkah di tanah gersang mencari
secangkir air kasih membasah dahaga
di kaki langit senja merah mewarna
indah seketika cuma lantas berubah
kelam menyelimuti seluruh jiwa

Malam tiada membatas langkahan
kesamaran mencongak destinasi
terbungkah hati meredah bahang
berlari tiada kelestarian merasa
hilang suara, merekah dasar

Nyanyian pungguk di sindiran hati
berlagu tentang rindu dan lara
rembulan membuka ruang luka
langkahan semakin payah terpaksa
kolam kasih retak kering di dasar
fakir melambai ikhlas bergoyah.

Moyyu.
9.4.2013.

Tempua tetap setia mendiami


Tempua menghirup kasih
terbang dikerendahan hari
mengasak tabah mengayam
tegal mengukir strategi
tentang indah di hanyunan
ilalang menutupi istana

Nyaring nyanyian mengiringi
menghujah hayat pada maya
ranting berhayunan disapa
terbuai penghuni di dalam
mencari harapan dan angan

Ribut sekali hadir merasa
luruh helaian bersangkutan
hanyut dibawa arus danau
tempua tetap setia mendiami
menjunjung megah setiakawan

Moyyu.
6.4.2013.

Sangsimu tidak kupeduli


Terpaku tajam resah menikam malam
persoalan bergelumbang mengasak
kabus melewati di kesamaran hati
keriuhan mengajar aku mengerti
makna dalam perolahan bermakna

Semakin terlantarku di kamar sepi
kesunyian melorek kebiruan bicara
lantunan suara bersandar emosi
krisis apa yang mahu kautaja
setiaku tak kupedulikan gelora

Malamku aksara kutitipkan kini
bersadurkan ketulusan janji
berpegang erat di lantaian hati
persoalan kukupas sesuci diri
sangsimu tidak kupeduli
diriku sering kumengerti

Moyyu.
6.4.2013.

Menadahku, pada bicaramu


Cahaya api cinta membara
menyala menerangi kamar hati
terlonjak kerinduan mendamba
cuma pada satu jiwa satu nama
benarkah rindu memuja setia

Membara sinar kasih menyala
menghangatkan seluruh rasa
kejujuranmu merentas jangkauan
pada gusar dan prasangka diam
tunas memuncak di puncak
menadahku, pada bicaramu
semakin kuhaus dahaga

Tanpa suara bisikkan manjamu
keringlah lautan indah kasihku
damaiku, semakin hilang seri
kesepian menemani kamar hati
wajahmu, hadir melontar senyum
terpadam resah terukir indah
berlalu desah munguntum warna

Moyyu
7.4.203.