Bagai prolog sebuah opera hidup
memanjang dan terkadang meleret-leret
berterusan dalam jangka masa yang panjang
ada yang produktif dan ada yang tidak proaktif
terkadang hanya melanjutkan masa yang berpemanjangan
mencari erti dan salasiah proletariat di dalam diri kita sendiri
yang pernah dahulu bernasikan ubi, berlaukkan kayu
tidur beratapkan langit, bertilam bumi dan berbantalkan embun.
Bertapa terpesongnya jati diri kita sekarang ini
berkehidupan dan berpaksi zaman promiskuiti
berbeda dari zaman proletariat dahulu
yang hanya berkehidupan kais pagi makan pagi
sentiasa berusaha dalam mencari kehidupan yang selesa.
Ingatlah dan renungkanlah wahai anak-anak bangsaku yang semakin maju.
SAZALEE SULAIMAN(SS-Z)
NILAI, NEGERI SEMBILAN 27-12-2011 jam 1220pm
berterusan dalam jangka masa yang panjang
ada yang produktif dan ada yang tidak proaktif
terkadang hanya melanjutkan masa yang berpemanjangan
mencari erti dan salasiah proletariat di dalam diri kita sendiri
yang pernah dahulu bernasikan ubi, berlaukkan kayu
tidur beratapkan langit, bertilam bumi dan berbantalkan embun.
Bertapa terpesongnya jati diri kita sekarang ini
berkehidupan dan berpaksi zaman promiskuiti
berbeda dari zaman proletariat dahulu
yang hanya berkehidupan kais pagi makan pagi
sentiasa berusaha dalam mencari kehidupan yang selesa.
Ingatlah dan renungkanlah wahai anak-anak bangsaku yang semakin maju.
SAZALEE SULAIMAN(SS-Z)
NILAI, NEGERI SEMBILAN 27-12-2011 jam 1220pm

No comments:
Post a Comment